Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan pentingnya penguatan regulasi, pengendalian tembakau, serta regenerasi kepemimpinan daerah menjelang pelaksanaan Asia Pacific Cities for Health and Development (APCAT) Summit 2026. Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Persiapan APCAT Summit 2026 di Hotel JW Marriott, Jakarta, Minggu (25/1/2026).
Bima menyampaikan bahwa APCAT merupakan forum strategis bagi para kepala daerah di kawasan Asia Pasifik dalam memperkuat peran pemerintah daerah pada isu kesehatan dan pembangunan. Sejak pertama kali digelar di Singapura satu dekade lalu, APCAT terus berkembang dan kini diikuti puluhan kota dengan tantangan yang semakin beragam.
Ia menilai, tantangan terbesar saat ini adalah pengendalian tembakau yang semakin kompleks seiring dengan agresivitas industri tembakau dalam memasarkan produknya melalui berbagai inovasi dan kemasan yang menyasar masyarakat luas.
“Kesadaran kepala daerah harus terus diperkuat karena hari ini kita tidak hanya berhadapan dengan isu kesehatan, tetapi juga dengan kekuatan industri tembakau,” ujar Bima.
Menurutnya, strategi pemasaran tembakau yang menyerupai produk konsumsi sehari-hari seperti permen dan minuman ringan menjadi ancaman serius yang membutuhkan respons kebijakan lebih tegas di tingkat daerah.
Selain itu, Bima menekankan pentingnya keselarasan regulasi antara pemerintah pusat dan daerah. Dalam hal ini, Kementerian Dalam Negeri memiliki peran strategis untuk memastikan peraturan daerah yang diterbitkan sejalan dengan kebijakan nasional terkait pengendalian tembakau dan kawasan tanpa rokok.
“Kemendagri berupaya memastikan regulasi daerah tetap harmonis dan mendukung upaya pengendalian tembakau secara menyeluruh,” katanya.
Isu lain yang tidak kalah penting adalah regenerasi kepemimpinan dalam tubuh APCAT. Bima menilai keberlanjutan gerakan ini sangat bergantung pada keterlibatan generasi baru pemimpin, baik di tingkat kepala daerah maupun perangkat pemerintahan hingga level paling bawah.
Ia menegaskan bahwa APCAT harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen pemerintah daerah, mulai dari gubernur, bupati, wali kota, hingga kepala dinas, camat, dan lurah.
“APCAT bukan sekadar forum, tetapi sebuah gerakan berkelanjutan yang harus terus dijaga semangatnya lintas generasi kepemimpinan,” tegasnya.
Menutup paparannya, Bima berharap APCAT Summit 2026 mampu menghasilkan langkah konkret yang dapat langsung diterapkan di daerah, bukan hanya sebatas komitmen formal. Forum tersebut direncanakan akan dihadiri puluhan kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia.
“Kita ingin memastikan ide-ide besar yang dibahas dapat diterjemahkan menjadi kebijakan lokal yang nyata dan berdampak,” pungkasnya.
HSH