Peringati HPN dan Usia ke-21, KJLT Tegaskan Peran Pers Lewat Raker dan Family Gathering di Bonjeruk

LOMBOK TENGAH – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang dirangkaikan dengan hari ulang tahun ke-21 Komunitas Jurnalis Lombok Tengah (KJLT) dimanfaatkan sebagai ruang konsolidasi dan refleksi peran pers dalam pembangunan daerah. Kegiatan Rapat Kerja (Raker) dan Family Gathering yang digelar di Desa Wisata Bonjeruk, Kecamatan Jonggat, Senin (9/2), berlangsung hangat dan sarat pesan strategis.

Sejumlah tokoh lintas sektor hadir dan menyampaikan pandangannya, mulai dari unsur legislatif, eksekutif, kepolisian, akademisi, hingga pemerintah wilayah, menegaskan pentingnya sinergi dengan insan pers.

Ketua DPRD Lombok Tengah, Lalu Ramdan, dalam sambutannya menegaskan bahwa media merupakan mitra strategis lembaga legislatif dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada publik. Ia menyatakan DPRD tetap berkomitmen memperjuangkan keberlangsungan media di daerah.

“Peran media sangat vital dalam pembangunan. Karena itu, DPRD Lombok Tengah akan terus memperjuangkan porsi anggaran untuk media,” ujar Lalu Ramdan.
Namun ia mengingatkan agar kebebasan pers tetap dibarengi tanggung jawab.
“Jangan sampai perasaan like and dislike menjadi dasar dalam menaikkan sebuah berita. Niatkan profesi ini untuk membangun daerah,” tegasnya.

Dari unsur eksekutif, Kepala Dinas Kominfo Lombok Tengah, H. Lalu Herdan, menegaskan bahwa pers merupakan salah satu pilar hexahelix pembangunan yang keberadaannya diakui dan dilindungi negara.
“Pers adalah penopang pembangunan. Warna masyarakat bisa dilihat dari berita yang dihadirkan. Karena itu, jurnalis memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kualitas informasi,” katanya.

Sementara itu, Pembantu Direktur II (Pudir 2) Politeknik Pariwisata Lombok, Ramdah Radjab, S.Pd., M.EDL., CHE., CIQnR., menyoroti keterkaitan erat antara media dan sektor pariwisata. Menurutnya, industri pariwisata membutuhkan peran pers sebagai penyampai pesan sekaligus penguat citra destinasi.

“Dunia pariwisata tidak bisa berjalan sendiri tanpa media. Media adalah jembatan informasi yang membentuk persepsi publik terhadap destinasi, budaya, dan kualitas SDM pariwisata,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa KJLT merupakan mitra strategis Poltekpar Lombok dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia pariwisata yang unggul dan berdaya saing.

Dari unsur kepolisian, Kasi Humas Polres Lombok Tengah Iptu Lalu Brata, yang mewakili Kapolres, menyampaikan pesan kuat mengenai pengaruh media.
“Media itu lebih dahsyat dari pasukan elit dunia. Melalui satu tulisan, media bisa mengguncang dunia,” katanya.
Ia berharap sinergi pers dan kepolisian terus terjalin dengan tetap menjunjung akurasi, keberimbangan, dan aktualitas pemberitaan.

Sebagai tuan rumah, Camat Jonggat Hj. Lale Anys Fajriani, AP., M.Si, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan KJLT menjadikan Bonjeruk sebagai lokasi kegiatan.
“Semoga kegiatan ini memberi semangat baru dan terus menginspirasi dalam membangun daerah melalui peran pers yang profesional,” tuturnya.

Ketua KJLT, Didik Supriadi, menjelaskan bahwa Raker ini menjadi momentum evaluasi kinerja tahun 2025 sekaligus penyusunan arah dan program kerja 2026. Dalam sambutannya, ia menegaskan posisi strategis pers dalam kehidupan demokrasi dan pembangunan.
Ia menutup dengan pernyataan reflektif:
“If you want to go to heaven, be friends with journalists; and if you want to go to hell, then be enemies with journalists.”

Rangkaian kegiatan diakhiri dengan ramah tamah dan kebersamaan keluarga besar KJLT, menegaskan komitmen lintas sektor untuk terus bersinergi menghadirkan pers yang profesional, kritis, dan konstruktif bagi kemajuan Lombok Tengah.

(HSH)

Bagikan: