Dirpolairud Polda NTB Gerak Cepat Tangani Kapal Kandas di Perairan Gili Lawang

Lombok Timur – Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Nusa Tenggara Barat menunjukkan respons cepat dalam menangani insiden kapal kandas di Perairan Gili Lawang, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur. Atas perintah langsung Dirpolairud Polda NTB, Kombes Pol Boyke F.S. Samola, S.I.K., M.H., Kapal Polisi XXI-2012 dikerahkan untuk melaksanakan operasi Search and Rescue (SAR) sekaligus pengamanan terhadap kapal yang mengalami kedaruratan.

 

Kegiatan SAR dan pengamanan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 3 Januari 2026, mulai pukul 09.00 WITA. Insiden bermula pada pukul 02.00 WITA, ketika Kapal KLM *Mutiara Inti Permata* GT 169 yang berlayar dari Surabaya menuju Bima mengalami gangguan mesin disertai kebocoran lambung. Demi keselamatan, nahkoda memutuskan untuk menepi dan mencari perlindungan di perairan Gili Lawang.

 

Namun, kapal akhirnya berada dalam kondisi kandas dan tidak dapat melanjutkan pelayaran akibat kerusakan mesin. Posisi kapal diketahui berada pada koordinat 8°17’16.2″S 116°41’00.0″E.

 

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Ditpolairud Polda NTB menggunakan Kapal Polisi XXI-2012 beserta Shiptender 03 menuju lokasi kejadian. Fokus utama operasi adalah memastikan keselamatan seluruh awak kapal, sekaligus melakukan pengamanan terhadap kapal beserta muatannya.

 

Adapun identitas kapal yang mengalami kandas yakni KLM *Mutiara Inti Permata* dengan bobot 169 GT, dinakhodai oleh Dede Asdar, serta diawaki oleh enam orang anak buah kapal (ABK).

 

Di lokasi kejadian, personel Ditpolairud Polda NTB melakukan sejumlah langkah kepolisian, antara lain pemeriksaan kondisi nahkoda dan ABK, memastikan seluruh kru dalam keadaan aman dan selamat, mengecek kondisi kapal serta komponen yang masih dapat diamankan, serta melakukan pengamanan di sekitar lokasi guna mencegah potensi gangguan keselamatan lainnya.

 

Dari hasil kegiatan tersebut dipastikan seluruh nahkoda dan ABK dalam keadaan selamat, serta tidak terdapat korban jiwa akibat insiden kapal kandas tersebut.

 

Melalui jajaran Ditpolairud, Polda NTB kembali mengimbau para nahkoda dan pengguna jasa transportasi laut agar senantiasa memperhatikan kondisi cuaca, kesiapan mesin, serta kelengkapan alat keselamatan sebelum berlayar, guna meminimalisir risiko kecelakaan laut.

 

Kegiatan SAR dan pengamanan ini menjadi bukti nyata komitmen Ditpolairud Polda NTB dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di wilayah perairan Nusa Tenggara Barat.

HSH

Bagikan: