Lombok Tengah – Mengawali tahun baru 2026 dengan semangat kemanusiaan, Kapolres Lombok Tengah AKBP Eko Yusmiarto, S.I.K. menggelar kegiatan doa bersama dan berbagi kasih bersama para tahanan di Rumah Tahanan Polres Lombok Tengah, Senin (05/01/2026). Kegiatan ini menjadi wujud pendekatan humanis Polri kepada warga binaan yang tengah menjalani proses hukum.
Dalam suasana penuh kehangatan, AKBP Eko Yusmiarto menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni rutin, melainkan bentuk empati dan kepedulian terhadap para tahanan. Ia menyampaikan bahwa pada hakikatnya tidak ada seorang pun yang menginginkan berada di balik jeruji besi.
“Karena yang pasti, mereka di dalam ini sebenarnya tidak ada yang mau ditahan. Mana ada orang yang mau ditahan. Namun karena keadaan dan situasi yang mereka hadapi, akhirnya terpaksa terjerumus dan menjadi pelaku kriminal,” ungkap Kapolres.
Ia juga menambahkan bahwa para tahanan pada dasarnya memiliki niat untuk berubah dan tidak mengulangi perbuatan melanggar hukum. “Kalau saat ini, mereka sebenarnya juga sudah tidak mau lagi menjadi pelaku kriminal,” tambahnya.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 32 orang tahanan, terdiri dari 20 tahanan kasus narkotika dan 10 tahanan kasus pidana umum, yang seluruhnya berjenis kelamin laki-laki dan ditahan di Polres Lombok Tengah. Sementara itu, dua orang tahanan perempuan saat ini dititipkan di Polsek Praya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh Humas Polres Lombok Tengah, Brata Kusnadi, kemudian dilanjutkan dengan pembagian makan siang kepada para tahanan sebagai simbol berbagi kasih di momentum awal tahun.
Kapolres Lombok Tengah menjelaskan bahwa kegiatan sosial dan pembinaan rohani bagi tahanan merupakan agenda rutin yang dilaksanakan pada momentum hari besar keagamaan maupun nasional.
“Setiap ada perayaan atau event hari besar, kami pasti adakan kegiatan sosial dan berbagi kasih. Saat Lebaran kami lakukan, Hari Bhayangkara juga kami lakukan, termasuk saat malam Tabligh Akbar. Jadi kalau kami ada kegiatan sosial ke luar, kami juga lakukan ke dalam,” jelasnya.
Selain itu, pembinaan spiritual juga diberikan secara berkala kepada para tahanan. “Setiap hari Kamis, ada pedanda dan ustaz yang masuk ke dalam untuk memberikan siraman rohani,” tambah AKBP Eko Yusmiarto.
Melalui kegiatan ini, Polres Lombok Tengah berharap para tahanan memperoleh penguatan mental dan spiritual, sehingga masa penahanan dapat menjadi sarana introspeksi diri serta bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan proses hukum.
HSH