Lombok Timur, 2 November 2025 — Kebakaran terjadi di area penampungan batu bara milik Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, pada Minggu dini hari (2/11/2025). Peristiwa tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran akan terganggunya pasokan listrik di Pulau Lombok.
Menurut laporan resmi dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lombok Timur, kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 01.10 WITA setelah petugas keamanan PLTU melaporkan kejadian itu kepada Pos Damkar Sambelia. Tim pemadam yang bertugas di Pos Sambelia (Regu 3 Jaya) segera bergerak ke lokasi dengan membawa 1 unit mobil pemadam dan 6 personel.
Setibanya di area PLTU Padak Guar, Kecamatan Sambelia pada pukul 01.50 WITA, petugas langsung melakukan upaya pemadaman di lokasi yang menjadi tempat penampungan batu bara. Api diduga muncul akibat self conduction atau pembakaran spontan pada tumpukan batu bara.
Upaya pemadaman kemudian diperkuat dengan tambahan 1 unit Fuso dari Mako Damkar dan 1 unit mobil Panther Rescue, melibatkan total 25 personel di lapangan. Setelah hampir lima jam penanganan intensif, api berhasil dipadamkan sepenuhnya dan situasi dinyatakan aman serta terkendali pada pukul 06.05 WITA.
Beruntung, dalam insiden ini tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Namun, nilai kerugian materi masih dalam proses pendataan. Pihak berwenang menyebut, jika api sempat menjalar lebih luas ke seluruh area penampungan batu bara, potensi padam total listrik di seluruh Pulau Lombok bisa saja terjadi.
Kepala regu dan komandan lapangan yang terlibat dalam operasi pemadaman antara lain Komandan Peleton 3, Junaidi S.Ap, serta Danru Pos Sambelia, Rizki Rahman Saputra, dan Danru, Khairul Aziz Anwar.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lombok Timur memastikan akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi prosedur keselamatan di area industri berisiko tinggi seperti PLTU, guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.