LOMBOK TENGAH – Pengerjaan peningkatan Jalan Provinsi NTB ruas Jalan Raya Pasar Renteng, yang dilaksanakan pada akhir tahun 2025, kini menuai sorotan. Pasalnya, meski belum genap tiga bulan sejak selesai dikerjakan, di sejumlah titik jalan tersebut sudah tampak berlubang dan lapisan aspal mulai mengelupas.
Sekretaris Laskar Merah Putih Perjuangan (LMPP) Markas Cabang Lombok Tengah, H. Syamsul Hadi, SH menyampaikan bahwa kondisi tersebut patut menjadi perhatian serius semua pihak, khususnya instansi teknis yang bertanggung jawab terhadap proyek jalan provinsi.
“Kami menyampaikan ini sebagai bentuk kepedulian dan kontrol sosial. Berdasarkan ketentuan juklak dan juknis pengerjaan jalan provinsi, hasil pekerjaan seharusnya memiliki daya tahan dan kualitas yang memadai, bukan rusak dalam hitungan bulan,” ujarnya.
Menurutnya, proyek infrastruktur yang bersumber dari anggaran negara wajib dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, RAB, serta standar mutu yang telah ditetapkan. Ia menegaskan, temuan kerusakan dini ini harus segera ditindaklanjuti agar tidak membahayakan pengguna jalan.
“Jalan ini merupakan jalur vital aktivitas masyarakat. Jika dibiarkan, lubang dan pengelupasan aspal bisa menimbulkan kecelakaan serta mempercepat kerusakan yang lebih parah,” jelasnya.
LMPP Lombok Tengah mendorong agar perbaikan segera dilakukan, sekaligus menjadikan persoalan ini sebagai bahan evaluasi ke depan, agar pelaksanaan proyek infrastruktur tidak dikerjakan secara setengah-setengah.
“Kami berharap ini menjadi pembelajaran. Pengerjaan jalan harus dilakukan dengan serius, profesional, dan berorientasi pada kualitas, agar hasilnya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan sesuai dengan juklak, juknis, serta RAB yang telah ditentukan,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa penyampaian ini bukan untuk menyudutkan pihak tertentu, melainkan sebagai upaya mendorong perbaikan tata kelola pembangunan agar ke depan kualitas infrastruktur di NTB semakin baik dan berkelanjutan.
(red)