Mataram – Polisi kembali mengamankan dua pelaku kejahatan jalanan yang membuat resah jalur wisata menuju Pantai Pink, Lombok Timur. Tim Puma Ditreskrimum Polda Nusa Tenggara Barat membekuk dua pemuda asal Lombok Tengah yang sebelumnya diduga merampas motor dan barang berharga milik seorang wisatawan asal Hongaria.
Penangkapan berlangsung pada 4 Desember 2025, empat hari setelah laporan diterima. Kedua terduga pelaku, S alias P (23) dan remaja berinisial WPY (16), ditangkap tanpa perlawanan berarti di wilayah Kecamatan Pujut. Identitas keduanya terungkap melalui penyisiran rekaman digital dan keterangan saksi di sekitar lokasi.
Direktur Reskrimum Polda NTB, Kombes Syarif Hidayat, menjelaskan kronologi peristiwa dalam konferensi pers di Mataram, Sabtu, 6 Desember 2025. Menurut dia, korban yang tengah menuju Pantai Pink pada 29 November lalu, dihadang dua orang tak dikenal di jalur sunyi kawasan perbukitan. Para pelaku diduga membawa badik dan memaksa korban menghentikan laju motor.
“Korban diminta turun, lalu pelaku membawa kabur sepeda motor, tas, ponsel, dan uang tunai sekitar Rp 1,4 juta,” ujar Syarif.
Usai kejadian, korban mengajukan laporan ke Polsek Jerowaru. Dari laporan itu, tim gabungan Polsek dan Ditreskrimum langsung bergerak. Serangkaian pengamatan lapangan mengarah pada dua nama yang kemudian ditangkap di Lombok Tengah.
Salah satu pelaku, S alias P, disebut Syarif sebagai residivis kasus serupa. Saat hendak dibawa petugas, ia mencoba kabur dan melakukan perlawanan. Polisi akhirnya mengambil tindakan terukur untuk melumpuhkannya.
Adapun WPY, yang masih berstatus anak di bawah umur, diamankan dan dititipkan sementara di Panti Paramita sambil proses hukumnya tetap berjalan.
Dari tangan keduanya, polisi menyita sejumlah barang bukti: dua sepeda motor, tas pinggang korban, kartu ATM, ponsel, serta sebilah badik yang diduga digunakan saat beraksi.
Atas tindakannya, kedua pelaku dijerat Pasal 365 Ayat (1) dan (2) KUHP, dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun penjara.
Polda NTB menyatakan kasus ini menjadi perhatian khusus mengingat korban merupakan wisatawan asing dan lokasi kejadian berada di jalur menuju salah satu destinasi wisata favorit. Kepolisian memastikan komitmen mereka untuk menjaga keamanan wisatawan dan menindak tegas upaya kriminal yang berpotensi mencoreng citra pariwisata daerah.
HSH