Lombok Tengah – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Lombok Tengah mengawali rangkaian program kerja tahun 2026 dengan fokus pada penanganan stunting. Program khusus tersebut dilaksanakan di lima desa, yakni Desa Aik Mual, Desa Mertak Tombok, Desa Montong Terep, Desa Bunut Baok, dan Desa Jago, Senin (12/1/2026).
Kegiatan di tingkat desa ini dikemas secara terpadu dengan melibatkan masyarakat secara langsung. Rangkaian acara diawali dengan senam lansia, dilanjutkan pembagian bantuan sosial, demonstrasi memasak bagi orang tua anak stunting dan kader PKK, serta pembagian telur sebagai sumber protein hewani bagi anak-anak yang terindikasi stunting.
Ketua TP-PKK Kabupaten Lombok Tengah, Baiq Nurul Aini Pathul Bahri, menjelaskan bahwa program tersebut didanai melalui anggaran PKK dan dirancang berkelanjutan. Kegiatan lanjutan direncanakan kembali dilaksanakan pada bulan Mei 2026, sekaligus menjadi momentum evaluasi terhadap capaian dan efektivitas intervensi penurunan stunting yang telah dilakukan.
“Program ini tidak berhenti pada kegiatan hari ini saja. Pada tahap berikutnya, kami akan melakukan evaluasi untuk melihat sejauh mana perubahan dan dampak yang dihasilkan di masyarakat,” ujar Baiq Nurul Aini.
Ia menekankan bahwa stunting bukan semata persoalan ekonomi atau keterbatasan pangan, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pola makan, pola asuh, praktik parenting, serta pernikahan usia dini.
“Kesadaran orang tua menjadi kunci utama. Dengan pemahaman yang baik tentang gizi, pola pengasuhan, dan kesehatan keluarga, tumbuh kembang anak dapat sesuai dengan usianya,” katanya.
Melalui program ini, TP-PKK Lombok Tengah menegaskan komitmennya mendukung percepatan penurunan angka stunting melalui pendekatan edukatif, partisipatif, dan berkelanjutan di tingkat desa, sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
-HSH –